Saya seorang siswa SMU di Luwuk. Sekolah saya dikenal sebagai sekolah yang paling ketat peraturanya di kota saya. Saya sangat bangga dengan sekolah tersebut, karena sekolah itulah yang mengilhami saya untuk berkarya.
Disini saya akan berbicara tentang peraturan sekolah yang perlu ditiadakan. Salah satunya masalah rambut. Dilarangnya rambut gondrong merupakan salah satu peraturan yang ada di beberapa sekolah.sampai saat ini saya bingung kenapa harus ada peraturan ini, Ya, kenapa rambut gondrong tidak diperbolehkan? Bukankah Yesus maupun Einsten berambut gondrong. Bukankah hak setiap insan untuk mengatur tubuhnya, termasuk rambut tentunya. Padahal padahal memanjangkan rambut bukan hal yang nertentangan dengan ajaran agama yang saya anut.
Selama ini saya hanya memangkas rambut setelah rambut saya dipangkas oleh guru di sekolah atau setelah diancam oleh guru agar saya memangkas rambut. Tetapi itu hanya untuk menunda kegondrongan saya. Atau mungkin selama ini para guru mengajarkan pada kita bahwa rambut gondrong pasti dicurigai oleh polisi bila di sekitar kita ada kriminalitas.
Bukankah sekolah itu burtugas atau bertanggungjawab atas perkembangan siswanya, namun kenapa harus membatasi ekspresi seorang siswa?????
Dari hal di atas mungkin dapat di peroleh kesimpulan, bahwa seharusnya peraturan sekolah hanya mengatur siswa tentang hubungan siswa dengan siswa, siswa dengan guru/karyawan sekolah, siswa dengan masyarakat di lingkunganya. Bukanya mengatur urusan pribadi siswa, seperti penampilan,karena sekolah itu yang diutamakan itu pelajarannya dan bukannya penampilan







2 tanggapan kepada “Peraturan Rambut di Sekolah”
guru go blog
Oktober 26th, 2011 pada 01:20
Sekolah juga merupakan tempat pendidikan karakter, segala aturan yang dibuat memang sudah jadi pameo “aturan dibuat untuk dilanggar”, aturan disekolah dibuat tidak ada yang untuk kepentingan guru, tetapi untuk kepentingan pendidikan dan pembelajaran siswa yang mana didalamnya termasuk pendidikan dan pembangunan karakter. Coba lihat kemana hilangnya karakter dan jati diri, untuk apa pintar tanpa jati diri dan akhlak yang bagus.
7kinzero
Januari 8th, 2012 pada 18:59
rambut yg buruk akan mengakibatkan citra yg buruk, citra yg buruk dapatmembuat seseorang menjadi buruk juga( labeling), seseorang siswa itu tidak hanya berinteraksi dengan guru saja apalagi guru hanya ada di sekolah, siswa itu berinterasi dengan seluruh masyaarakat, jadi seorang guru itu baiknya tidak melihat dari sudut pandangnya saja ( egois).